PEMBELAJARAN KOLABORATIF DI MAN 2 KOTA KEDIRI.

PPID M2KK · 23 October 2026 · 11:14 WIB · 6 Pembaca
PEMBELAJARAN KOLABORATIF DI MAN 2 KOTA KEDIRI.

Oleh: Abd. Fakhor, M.Pd.I*

Pembelajaran kolaboratif menjadi salah satu pendekatan yang mendorong murid untuk memahami materi secara lebih utuh dan bermakna. Melalui keterlibatan lintas mata pelajaran, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu melihat keterkaitan suatu persoalan dari berbagai perspektif.

Sains Dalam Pandangan Islam.

Semangat mencari dan mengembangkan ilmu harusllah didasari dengan kemauan yang kuat. Sebab banyak sekali keutamaan dan fadhilah bagi orang-orang yang menuntut ilmu.

 Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. (HR. Muslim)

            Hadist lain menjelaskan tentang keutamaan ahli ilmu atas ahli ibadah


وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ على الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ على سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

 

Artinya: “Sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan di malam purnama dibanding seluruh bintang- bintang.” (HR. Abu Dawud no.3641, Ibnu Majah no.223, dari hadits Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu).

Sufyan Ats-Tsauri (seorang ulama Tabi’in) rahimahullah berkata: “Aku tidak mengetahui ada satu ibadah yang lebih utama daripada engkau mengajarkan ilmu (syar’i) kepada manusia.” (Lihat Jami’ bayanil ilmi, karya Ibnu Abdil Barhal.227).

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah juga berkata: “Tiada satu amalan yang lebih utama dari menuntut ilmu jika niatnya benar.” (Lihat Jami’ bayanil ilmi, karya Ibnu Abdil Bar, hal.119).

Spirit Bekolaborasi.

Manusia adalah makhluk sosial, yang secara fitrah tidak selalu membutuhkan peran dari orang lain. Oleh sebab itu dalam proses mencari ilmu perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak 

Semangat kolaborasi memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Allah Swt. berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

 

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (QS. Al-Mā'idah: 2)

Ayat tersebut memberikan prinsip penting tentang ta'awun, yaitu membangun kerja sama dalam kebaikan. Dalam konteks pendidikan, semangat ini dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara guru, murid, berbagai disiplin ilmu, serta praktisi dan lembaga terkait untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Proses tersebut dapat berlangsung melalui berbagai jalan, termasuk dialog, diskusi, kerja sama, dan pembelajaran dari berbagai sumber pengetahuan.

Pendekatan ini sejalan dengan gagasan M. Amin Abdullah tentang integrasi-interkoneksi keilmuan. Berbagai disiplin ilmu tidak seharusnya berjalan secara terpisah dan terkotak-kotak, tetapi perlu saling terhubung dan berdialog sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap suatu persoalan.

Implementasi Pembelajaran Kolaboratif.

Semangat tersebut telah diterapkan di MAN 2 Kota Kediri melalui pembelajaran kolaboratif yang melibatkan guru agama, guru mata pelajaran umum, serta praktisi atau lembaga terkait. Murid diajak mengkaji suatu tema tidak hanya dari satu sudut pandang, tetapi melalui berbagai pendekatan keilmuan yang saling melengkapi.

Salah satu contohnya adalah pembelajaran mengenai  perbankan syariah . Murid mempelajari persoalan tersebut melalui perspektif ilmu agama dengan pendekatan fikih, kemudian dikaji melalui  pendekatan ilmu ekonomi, serta diperkaya dengan pengalaman dan pengetahuan dari  praktisi perbankan, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI).

Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Murid dapat memahami konsep dan prinsip perbankan syariah secara keagamaan, memahami mekanisme serta aspek ekonominya, sekaligus memperoleh gambaran praktiknya secara langsung dari lembaga yang bergerak di bidang tersebut.

Model pembelajaran seperti ini menunjukkan bahwa integrasi keilmuan bukan sekadar konsep, tetapi dapat diwujudkan dalam praktik pembelajaran di madrasah.  Ilmu agama, ilmu umum, dan pengalaman praktis dipertemukan dalam satu ruang pembelajaran untuk membangun pemahaman yang lebih utuh.

Dengan demikian, pembelajaran kolaboratif di MAN 2 Kota Kediri menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pembelajaran yang  integratif, kontekstual, kritis, dan holistik, sekaligus membekali murid agar mampu memahami persoalan kehidupan dari berbagai perspektif keilmuan.   

*Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 2 Kota Kediri

Link disalin!