Bekali Siswa Menuju Kampus Impian, Tim BK MAN 2 Kota Kediri Berikan Pembinaan Persiapan Perguruan Tinggi dan Sosialisasi TKA

Admin · 14 July 2026 · 19:40 WIB
Bekali Siswa Menuju Kampus Impian, Tim BK MAN 2 Kota Kediri Berikan Pembinaan Persiapan Perguruan Tinggi dan Sosialisasi TKA

MAN 2 Kota Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi jenjang pendidikan tinggi. Melalui Tim Bimbingan dan Konseling (BK), madrasah menggelar pembinaan bagi siswa kelas XI dan XII yang berlangsung di Masjid At-Taqwa MAN 2 Kota Kediri sebagai bagian dari rangkaian kegiatan awal Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan ini bertujuan membangun kesiapan peserta didik sejak dini agar memiliki arah yang jelas dalam merencanakan studi lanjutan. Tidak hanya membahas strategi masuk perguruan tinggi, Tim BK juga memberikan pemahaman mengenai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur kesiapan akademik siswa.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi Persiapan Menuju Perguruan Tinggi. Tim BK menekankan bahwa kelas XI merupakan momen emas bagi siswa untuk mulai mempersiapkan masa depan. Nilai rapor yang diperoleh sejak kelas XI menjadi modal utama dalam jalur seleksi berbasis prestasi, sehingga setiap semester memiliki peran penting dalam menentukan peluang diterima di perguruan tinggi impian.

Selain membangun kesadaran akan pentingnya waktu, peserta didik juga diberikan gambaran mengenai langkah-langkah persiapan yang harus dilakukan. Persiapan tersebut meliputi tiga aspek utama, yaitu menjaga prestasi akademik melalui nilai rapor yang konsisten, mengembangkan prestasi nonakademik melalui berbagai kompetisi dan sertifikasi, serta aktif mencari informasi mengenai perguruan tinggi dan program studi yang sesuai dengan cita-cita mereka.

Tim BK juga mengenalkan berbagai jalur masuk perguruan tinggi, baik jalur seleksi tanpa tes berbasis nilai rapor seperti SNBP dan SPAN-PTKIN, maupun jalur seleksi berbasis tes seperti SNBT dan UM-PTKIN. Dengan memahami karakteristik masing-masing jalur, siswa diharapkan mampu menyusun strategi belajar yang lebih terarah sesuai target perguruan tinggi yang diinginkan.


Hal lain yang menjadi penekanan adalah pentingnya memahami potensi diri sebelum menentukan pilihan program studi. Peserta diingatkan agar memilih jurusan berdasarkan bakat, minat, kemampuan, serta restu orang tua, bukan karena mengikuti pilihan teman atau sekadar tren yang sedang populer.

Selain pembinaan mengenai perguruan tinggi, Tim BK juga menyampaikan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa TKA bukan sekadar menguji kemampuan menghafal materi pelajaran, tetapi lebih menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), penalaran logis, serta pemahaman konsep-konsep dasar akademik yang akan menjadi bekal saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Tim BK menjelaskan bahwa TKA memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya sebagai salah satu alat seleksi masuk perguruan tinggi, alat untuk mengukur kesiapan akademik peserta didik menghadapi dunia perkuliahan, serta sarana pemetaan potensi agar pilihan program studi yang diambil benar-benar sesuai dengan kemampuan siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Tim BK juga menyoroti beberapa fenomena yang masih sering terjadi di kalangan siswa, seperti memilih mata pelajaran pendukung hanya karena mengikuti teman (fear of missing out/FOMO), penumpukan peserta pada mata pelajaran yang dianggap lebih mudah, hingga kondisi ketika nilai rapor yang tinggi belum tentu mencerminkan kemampuan berpikir logis secara nyata.

Sebagai solusi, siswa diarahkan untuk selalu mengacu pada ketentuan resmi mengenai persyaratan program studi di perguruan tinggi, melakukan evaluasi terhadap perkembangan nilai rapor secara objektif, serta membangun komunikasi yang baik dengan orang tua dan Guru BK dalam menentukan pilihan studi lanjutan. Dengan demikian, keputusan yang diambil akan lebih matang dan sesuai dengan potensi masing-masing.

Tim BK juga membagikan sejumlah strategi agar siswa lebih siap menghadapi TKA. Peserta didik dianjurkan untuk memperkuat pemahaman konsep dasar setiap mata pelajaran, membiasakan diri mengerjakan soal-soal berbasis HOTS selama 30–45 menit setiap hari, serta melakukan evaluasi terhadap soal-soal yang belum dikuasai melalui metode review and redo. Selain itu, siswa juga diingatkan agar memilih mata pelajaran pendukung yang sesuai dengan persyaratan program studi tujuan, sekaligus menyiapkan alternatif pilihan (Plan B) yang masih memiliki keterkaitan dengan minat dan kompetensi yang dimiliki.

Melalui pembinaan ini, MAN 2 Kota Kediri berharap peserta didik kelas XI dan XII tidak hanya memiliki informasi mengenai jalur masuk perguruan tinggi, tetapi juga mampu menyusun strategi belajar yang terencana, mengenali potensi diri, serta mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi berbagai peluang seleksi pendidikan tinggi di masa mendatang. Dengan perencanaan yang matang sejak sekarang, diharapkan semakin banyak lulusan MAN 2 Kota Kediri yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik sesuai impian dan cita-cita mereka.

Link disalin!