Upacara Madrasah

HARI KESAKTIAN PANCASILA, MAN 2 KOTA KEDIRI TEKANKAN NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MURID

Tim PPID · 02 October 2026 · 19:40 WIB
HARI KESAKTIAN PANCASILA, MAN 2 KOTA KEDIRI TEKANKAN NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MURID

KEDIRI, 01/10/2026 — Pancasila tidak cukup berhenti sebagai hafalan maupun simbol yang diperingati setiap tahun. Nilai-nilainya justru perlu terasa dalam keseharian murid: ketika belajar, beribadah, berteman, menyelesaikan persoalan, menghadapi perbedaan, hingga berinteraksi di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Kepala MAN 2 Kota Kediri, Bapak Marwah, S.Pd., selaku pembina upacara, dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MAN 2 Kota Kediri, Kamis (1/10/2026). Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dibentuk melalui kebiasaan dan pilihan yang dilakukan murid setiap hari.

Dalam amanatnya, ia mengajak murid memahami setiap sila bukan sekadar sebagai materi yang harus diingat, melainkan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, dapat diwujudkan melalui kedisiplinan menjalankan ibadah, termasuk salat berjamaah. Kebiasaan tersebut diharapkan membentuk pribadi yang memiliki tanggung jawab dan keteguhan dalam menjalankan kewajiban.

Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab diterapkan melalui sikap menghormati guru, menyayangi teman, serta menolak perundungan. Sikap saling menghargai ini menjadi bekal penting bagi murid dalam membangun hubungan yang sehat, baik di lingkungan madrasah maupun ketika kelak berada di tengah masyarakat.


Sementara itu, Persatuan Indonesia diwujudkan melalui kekompakan, solidaritas, dan kebersamaan. Murid diajak tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pendapat, suku, budaya, maupun latar belakang. Kemampuan menerima perbedaan akan membuat lingkungan belajar lebih nyaman sekaligus melatih murid hidup di tengah masyarakat yang beragam.

Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan juga memiliki relevansi langsung dengan kehidupan murid. Setiap persoalan di kelas maupun organisasi dapat diselesaikan melalui musyawarah, sehingga murid belajar mendengarkan pendapat orang lain, menyampaikan gagasan dengan santun, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Adapun sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, diwujudkan melalui perilaku adil dalam pergaulan, tidak pilih kasih, serta menghargai setiap teman. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi latihan bagi murid untuk membangun sikap objektif dan tidak memandang seseorang berdasarkan latar belakangnya.

Pesan tentang penerapan Pancasila juga menyentuh kehidupan murid di dunia digital. Mereka diajak menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak, menyampaikan informasi yang benar, menghindari ujaran kebencian, serta tidak ikut menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya.


Di tengah cepatnya arus informasi, kemampuan berhenti sejenak sebelum percaya dan menyebarkan sesuatu menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai pelajar. Sikap kritis tersebut bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mencegah munculnya konflik dan kesalahpahaman di antara sesama.

Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila diarahkan untuk memberikan bekal yang dapat dibawa murid jauh melampaui lingkungan madrasah. Disiplin membentuk tanggung jawab, kejujuran membangun kepercayaan, kepedulian memperkuat hubungan dengan sesama, musyawarah melatih kedewasaan dalam mengambil keputusan, sementara kemampuan menghargai perbedaan menjadi modal untuk hidup di tengah masyarakat.

Pancasila pada akhirnya bukan sekadar sesuatu yang diucapkan dalam upacara. Ia harus terlihat dalam pilihan-pilihan kecil murid setiap hari. Dari situlah karakter dibentuk dan dari karakter itulah masa depan dipersiapkan.

Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, MAN 2 Kota Kediri terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, serta kemampuan hidup berdampingan dalam keberagaman.

Link disalin!