MAN 2 Kota Kediri menjadi Titik Kumpul para Fuqaha' Se Jawa Timur
KEDIRI — Selama tiga hari, 2–4 Juli 2026, MAN 2 Kota Kediri menjadi ruang perjumpaan para pendidik yang memiliki semangat sama: memperkuat kualitas pembelajaran fikih di madrasah aliyah. Sebanyak 143 guru fikih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur berkumpul dalam Pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fikih Madrasah Aliyah Provinsi Jawa Timur ke-15.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi profesi guru, melainkan wadah berbagi pengalaman, menyelaraskan praktik pembelajaran, sekaligus memperkuat implementasi kurikulum berbasis cinta. Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran fikih diharapkan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter, empati, dan akhlak peserta didik.

Ada hal menarik dalam penyelenggaraan tahun ini. Selain diikuti peserta dari seluruh Jawa Timur, dua guru fikih dari Cilegon, Banten, turut hadir. Keduanya datang untuk melihat secara langsung tata kelola dan pelaksanaan MGMP Fikih Jawa Timur yang selama ini dinilai mampu menghadirkan forum pembelajaran yang aktif dan inspiratif.
Ketua MGMP Fikih Madrasah Aliyah Provinsi Jawa Timur, Nasikin, mengatakan bahwa MAN 2 Kota Kediri dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki fasilitas yang memadai serta lokasi yang strategis sehingga mampu mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
"MAN 2 Kota Kediri memiliki fasilitas yang lengkap dan letaknya strategis. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan utama sehingga kami mempercayakan penyelenggaraan MGMP ke-15 di sini," ujarnya.
Bagi keluarga besar MAN 2 Kota Kediri, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus amanah. Ketua MGMP Fikih MAN 2 Kota Kediri, Nur Said, mengaku bersyukur karena harapan yang telah lama dipendam akhirnya dapat terwujud.
"Jauh di dalam lubuk hati saya yang terdalam, sudah lama saya ingin MAN 2 Kota Kediri menjadi tuan rumah MGMP Fikih. Alhamdulillah, cita-cita itu akhirnya terlaksana," ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Marwah, S.Pd. Menurutnya, menjadi tuan rumah MGMP merupakan kehormatan yang patut disyukuri sekaligus kesempatan untuk terus mendorong peningkatan kompetensi guru.
"Saya sangat bangga MAN 2 Kota Kediri dipercaya menjadi tuan rumah MGMP kali ini. Saya selalu mendukung apa pun kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan keterampilan dan kompetensi guru seperti MGMP ini," katanya.
Pada akhirnya, pertemuan ini memperlihatkan bahwa peningkatan mutu pendidikan lahir dari kemauan untuk terus belajar bersama. Ketika guru saling menguatkan dalam forum ilmiah seperti MGMP, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para pendidik, tetapi juga oleh peserta didik yang kelak memperoleh pembelajaran fikih yang lebih bermakna, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai cinta.