Menapaki Jejak Ibadah ke Tanah Suci Sejak Dini
KEDIRI — Suasana khidmat tampak menyelimuti Masjid At Taqwa MAN 2 Kota Kediri, Sabtu (23/5/2026), saat ratusan siswa kelas X dan XI mengikuti pelatihan manasik haji yang digelar mulai pukul 10.00 hingga 11.45 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju pelaksanaan manasik haji besar yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 mendatang.
Pelatihan yang dimotori oleh tim keagamaan MAN 2 Kota Kediri tersebut melibatkan seluruh siswa kelas X dan XI dengan dukungan penuh dari para pembimbing akademik. Kegiatan ini dirancang sebagai bekal awal agar peserta memiliki pemahaman yang matang mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji sebelum mengikuti simulasi lapangan secara utuh pada pekan berikutnya.
Kepala tim pelaksana menyebutkan, pembekalan ini menjadi langkah strategis dalam menanamkan pemahaman praktis tentang rukun Islam kelima. Tidak sekadar teori, pelatihan ini juga menekankan pemahaman aplikatif agar siswa mampu membayangkan secara konkret tahapan ibadah haji dan umrah.
Pelatihan dibagi dalam tiga rangkaian utama. Sesi pertama diisi dengan pengenalan pakaian ihram oleh Bapak Abdul Mughni Ilyas, Lc., M.Pd.I atau yang akrab disapa Abi Mughni. Dalam paparannya, ia menjelaskan tata cara berpakaian ihram yang sesuai syariat sekaligus menepis anggapan bahwa terdapat aturan yang terlalu kaku dalam penggunaannya.
“Dalam ritual ibadah haji, tidak ada standar yang baku dalam memakai pakaian ihram. Yang terpenting adalah memenuhi standar syar’i serta tetap mengedepankan kenyamanan bagi jamaah,” ujarnya.
Sesi kedua menghadirkan Bapak Jaenuri, S.Pd.I atau Abah Zen yang menyampaikan materi tentang bacaan doa-doa dalam pelaksanaan ibadah haji. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, ia membimbing siswa melafalkan doa-doa penting yang kelak dibaca dalam setiap rangkaian ibadah.
Di akhir pemaparannya, Abah Zen menyampaikan doa penuh harap kepada seluruh peserta. “Semoga melalui manasik ini, kita semua kelak dipanggil Allah menjadi tamu-Nya di Tanah Suci,” tuturnya.
Sementara itu, materi inti manasik haji disampaikan oleh Bapak Dr. Syamsul Hadi, M.Pd.I atau Abah Sam. Ia menekankan pentingnya pelatihan manasik sebagai sarana pembelajaran yang menghadirkan gambaran nyata mengenai proses ibadah haji dan umrah.
“Manasik haji penting untuk mengenalkan sekaligus memberikan simulasi ibadah haji dan umrah secara lebih konkret kepada peserta didik,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kota Kediri menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter religius peserta didik. Lebih dari sekadar agenda pembelajaran, pelatihan manasik haji menjadi ikhtiar menanamkan kerinduan spiritual kepada generasi muda untuk kelak menapakkan kaki di Tanah Suci.
M. Afin Masrija