PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL, MAN 2 KOTA KEDIRI TEKANKAN SANTRI BERAKHLAK, BERILMU, DAN MANDIRI
KEDIRI, 22/10/2026 — Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar momentum mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga pengingat untuk menghidupkan nilai-nilai kesantrian dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di MAN 2 Kota Kediri yang dilaksanakan di lapangan belakang madrasah, Kamis (22/10/2026).
Dalam amanatnya, Kepala MAN 2 Kota Kediri, Marwah, S.Pd., mengajak seluruh murid menjadikan nilai-nilai kesantrian sebagai pedoman dalam bersikap, belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan. Menurutnya, karakter santri tidak hanya tercermin dari penampilan atau identitas, tetapi terutama melalui akhlak, kedisiplinan, semangat menuntut ilmu, dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai pertama yang ditekankan adalah religiusitas dan akhlakul karimah. Murid diharapkan menjaga kesantunan serta menghormati siapa pun tanpa membeda-bedakan latar belakang. Akhlak yang baik harus tampak dalam tutur kata, perilaku kepada guru, hubungan dengan teman, serta sikap ketika berada di tengah masyarakat.
Selain itu, kedisiplinan dan tanggung jawab perlu menjadi kebiasaan. Datang tepat waktu, menaati tata tertib, serta menjalankan kewajiban dengan sungguh-sungguh merupakan bentuk sederhana dari karakter yang kuat. Kedisiplinan bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan latihan mengelola diri dan menghargai waktu.
Kepala Madrasah juga mengingatkan pentingnya cinta ilmu dan semangat belajar. Murid tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan secara positif untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, dan mendukung proses pembelajaran. Di saat yang sama, ilmu agama dan ilmu umum harus dipelajari secara seimbang agar murid tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan sekaligus berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Nilai toleransi dan ukhuwah turut menjadi bagian penting dari pesan peringatan Hari Santri. Perbedaan bukan alasan untuk menjauh atau merendahkan satu sama lain, melainkan kesempatan untuk memperkuat persaudaraan. Lingkungan madrasah perlu menjadi ruang yang aman, saling menghargai, dan mendorong setiap murid berkembang bersama.

Berikutnya, murid diajak membiasakan kemandirian dan kesederhanaan. Kemandirian dapat dimulai dari kesediaan mengurus kebutuhan sendiri, menyelesaikan tugas, dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil. Sementara itu, hidup sederhana mengajarkan murid untuk tidak berlebihan, menghargai apa yang dimiliki, serta memahami bahwa kualitas diri tidak ditentukan oleh kemewahan.
Semangat gotong royong juga ditekankan sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan. Murid diharapkan bersedia membantu teman, bekerja sama dalam kegiatan madrasah, dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi. Melalui kebiasaan saling membantu, nilai persaudaraan dapat tumbuh menjadi tindakan nyata.
Pesan-pesan tersebut menegaskan bahwa menjadi santri bukan hanya tentang menuntut ilmu agama, tetapi juga membangun karakter yang bermanfaat bagi kehidupan. Akhlak menjadi dasar dalam bergaul, disiplin membentuk tanggung jawab, ilmu membuka kesempatan, sedangkan toleransi dan gotong royong memperkuat kehidupan bersama.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, MAN 2 Kota Kediri berharap murid mampu membawa semangat kesantrian ke luar lingkungan madrasah. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pesan dalam upacara, tetapi hadir dalam kebiasaan sehari-hari: santun dalam berbicara, disiplin dalam bertindak, tekun dalam belajar, sederhana dalam menjalani kehidupan, dan ringan tangan membantu sesama.
Dengan demikian, semangat Hari Santri menjadi bagian dari pembentukan generasi yang religius, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.