Nuansa Kitab Kuning Warnai Pesantren Ramadhan MAN 2 Kota Kediri

KEDIRI — Nuansa kitab kuning terasa begitu kuat di lingkungan MAN 2 Kota Kediri pada Ramadhan tahun ini. Para siswa hingga guru tampak larut dalam tradisi keilmuan Islam klasik melalui rangkaian kajian kitab yang digelar di Masjid At-Taqwa madrasah setempat.
Kegiatan pesantren Ramadhan bagi siswa berlangsung pada 2–7 Maret 2026. Setiap hari, mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang Dzuhur, para siswa mengkaji kitab hadis karya ulama besar, Imam Nawawi, yakni Arba’in Nawawi.
Dalam pembagian jadwalnya, tiga hari pertama diikuti siswa kelas X yang mengkaji hadis pertama hingga hadis ke-20. Sementara tiga hari terakhir giliran siswa kelas XI yang melanjutkan pembahasan hadis ke-20 hingga selesai.
Pengajian tersebut diasuh oleh dua pengampu, yakni Abdul Fakhor dan Dhiqom Labib yang sekaligus membacakan serta menjelaskan isi kitab kepada para siswa.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias dan serius mengikuti pengajian. Meski demikian, suasana kajian tidak terasa kaku. Kedua pengampu sesekali melontarkan humor ringan sehingga suasana menjadi lebih santai dan tetap hidup.
Tidak hanya siswa, para guru dan staf madrasah juga turut menghidupkan tradisi kajian kitab kuning. Sejak 23 Februari hingga 12 Maret 2026, mereka mengikuti kajian kitab Nashaihul Ibad yang digelar setiap Senin hingga Kamis pukul 13.00–14.00 WIB di Masjid At-Taqwa.
Kajian tersebut diasuh oleh Muhammad Ibnu Irfan atau yang akrab disapa Gus Irfan. Dalam penyampaiannya, Gus Irfan dikenal menghadirkan suasana pengajian yang hangat, penuh makna, sekaligus diselingi humor yang membuat peserta kajian beberapa kali tertawa.


Seluruh rangkaian kajian kitab kuning di madrasah ini menggunakan metode bandongan, yakni metode tradisional pesantren di mana pengajar membacakan teks kitab sementara peserta menyimak dan memberi makna pada kitab masing-masing.
Ketua panitia kegiatan, Toni Wijaya, menegaskan pentingnya menjaga tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama.
“Sebagai bangsa Indonesia, kita harus menjaga khazanah keilmuan Islam Nusantara dengan mempertahankan tradisi kitab kuning. Pengajian kitab kuning bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi juga upaya nguri-nguri peninggalan ulama Nusantara,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditutup pada 14 Maret 2026 di Masjid At-Taqwa melalui kajian interaktif bersama Imas Fatimatuszahra yang akrab disapa Ning Imas, sekaligus dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh warga madrasah.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya pemahaman keagamaan siswa, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi intelektual Islam yang telah lama hidup di pesantren dan madrasah di Indonesia.

About Author

MAN 2 Kota Kediri

MAN 2 Kota Kediri adalah sekolah setaraf SMA di bawah naungan Kementerian Agama Indonesia yang dulu bernama MAN 3 Kediri. Merupakan Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional yang diresmikan tahun 1992 sebelum berganti nama pada tahun 2017.

Related posts